Wahai diary , aku merinduinya . Merindukannya setiap detik dan saat . Merindukan kenakalannya . Merindukan pandangan sayunya . Merindukan gurauannya . Merindukan kasih sayangnya . Dia pergi meninggalkan aku kerana terlibat dalam kemalangan jalan raya . Meninggalkan aku buat selama-lamanya .
Terus pergi jauh dengan membiarkan aku menangis tanpa bisa menyeka air mata yang jatuh dari tubir mata . Jauh dia pergi meninggalkan aku ke suatu tempat yang tak akan pernah mengizinkannya untuk kembali ke dunia ini lagi . Meninggalkan kenangan buat aku . Kenangan manis yang akan sentiasa tersemat dalam sanubari ini . Salahkah aku untuk merinduinya ?
Al-Fatihah yang mampu aku kirimkan untuknya . Al-Fatihah ini tanda aku mengingatinya . Al-Fatihah ini juga tanda aku masih setia menjadi sahabatnya . Masih setia mengingati kenangan terindah . Masih setia merinduinya . Masih setia menyayangi sahabat aku yang seorang itu . Masih dan masih .
Aku yakin di luar sana ada yang senasib denganku . Kehilangan insan yang bermakna dalam hidupnya . Ini takdir Dia . Takdir yang tak akan pernah bisa diubah oleh sesiapa melainkan atas kehendak-Nya . Dengan meratapi pemergian mereka , tak akan pernah bisa membuat mereka kembali tersenyum di sisi . Dengan meratapi pemergian mereka , tidak akan pernah bisa menghadirkan tawanya di saat sepi .
Aku yakin dan pasti , hanya satu yang dapat kita lakukan untuk insan yang kita sayangi . Mendoakan dan terus mendoakan kesejahteraan mereka di alam yang satu lagi . Sempat aku tulis satu puisi untuk sahabatku , Fachri bin Fakrizal yang telah pergi meninggalkan aku sejak 5 tahun yang lalu .
Gelapnya langit petang ini ,
Cuaca mendung yang menggambarkan perasaanku saat ini ,
Aku ditenggelami air mata tanpa ada kau yang menyeka air mata ini ,
Menangis merindukan sahabat yang telah lama pergi ,
Sayu rasa hati ini ,
Mengenangkan kenakalannya dahulu ,
Kenakalan yang membuat hatiku sedikit terusik ,
Apa yang sedang kau lakukan di sana ?
Aku di sini baik sahaja ,
Rinduku dengan kenakalanmu ,
Rinduku dengan gurauanmu ,
Rinduku dengan pandangan sayumu ,
Rinduku dengan tawa riangmu ,
Rinduku mendengar ejekan darimu ,
Rindu kerana terlalu rindu ,
Duhai sahabat yang selaluku sapa Fachri ,
Tenanglah kau di sana .
Sahabat yang merindukanmu :')
No comments:
Post a Comment